UAS : Opini

 

Konten – Konten Hoax di Tiktok yang Membuat Resah Warganet

Sumber gambar : https://pojoksosmed.com/wp-content/uploads/2020/10/Gambar-1-Pengertian-Tik-Tok-adalah.jpg

Maraknya penyebaran berita – berita hoax membuat masyarakat harus pandai dalam menyikapi informasi yang didapatkan. Salah satu penyebaran berita hoax yang sering terjadi yaitu di media sosial contohnya tiktok. Tik Tok adalah sebuah aplikasi di mana para penggunanya bisa berbagi video musik dengan durasi pendek. Selain nama TikTok, dia juga dikenal dengan Douyin, sebuah video pendek vibrato.

TikTok dikenalkan dan diluncurkan pertama kali pada September 2016. Pada saat itu, aplikasi ini langsung diterima di Indonesia. Namun memang, saat itu banyak yang menyebut pengguna TikTok sebagai seorang alayers. Kabar miring soal aplikasi ini tak berhenti di situ. Indonesia pada Juli 2018, melalui Menkominfo, Pak Rudiantara, sempat memblokir TikTok. Aplikasinya dinilai tidak ramah anak. Hal ini dibuktikan dari laporan dan komplain dari ribuan pengguna.

Di dalamnya ada banyak sekali konten negatif yang seharusnya tidak dipertontonkan kepada anak-anak.Baru sepekan kemudian, TikTok bisa akses oleh pengguna Indonesia lagi. Hal ini terjadi setelah Tim TikTok melakukan negosiasi dan mengganti Term and Condition soal usia, dll. agar aksesnya bisa terbatas dan tak terlalu bebas.Kemudian, TikTok semakin booming di Indonesia. Aplikasi ini kini tak hanya buat para alayers, tetapi juga untuk mereka yang ingin mengekspresikan diri dan berasal dari berbagai kalangan.

Banyak sekali manfaat aplikasi tiktok ini jika penggunanya menggunakan aplikasi ini dengan benar, akan tetapi masih juga banyak oknum yang membuat konten – konten hoax untuk meraih viewer atau sekedar mendapatkan follower. Seperti contoh pada saat ada kejadian kecelakaan pesawat Sriwijaya Air di pulau Laki beberapa waktu lalu, seketika itu informasi terkait kejadian tersebut menjadi viral di fyp (For Your Page) Tiktok.

Sumber Gambar : Hasil Screenshot Tedi Andrianto

Ada yang membuat konten tentang penemuan korbannya, ada yang membuat konten tentang foto – foto korban sebelum terjadinya kecelakaan, dan ada juga yang membuat konten tentang tanda s.o.s di Pulau Laki. Konten tentang tanda S.O.S yang diartikan sebagai tanda minta tolong yang dicurigai korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan pulau seribu. Akan tetapi konten ini malah meresahkan banyak warganet, terutama untukt tim relawan atau tim sar pencari korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air karena hal tersebut malah membuat bingung bagi relawan, berhubung viral di tiktok kemudian dicek langsung ke Pulau Laki ternyata tidak ada apa – apa sama sekali. Jadi dapat disimpulkan bahwa lebih baik dicermati dahulu sebelum membuat konten seperti itu, karena informasi yang tidak valid akan menjadikan berita itu termasuk hoax.
 

Sebaiknya untuk para konten creator tiktok lebih mengerti lagi bahwa berita hoax tidak selayalnya untuk disebarkan, masih banyak konten – konten yang bermanfaat, jangan karena ingin viral, mendapatkan like yang banyak, viewer yang banyak serta pengikut yang banyak malah menjadikan berita hoax sebagai konten. Alangkah lebih baiknya diteliti dahulu kebenaran beritanya sebelum menyebar luaskan. ( Tedi Andrianto )

Komentar