Opini
Takut Dikucilkan Pasien OTG (Orang Tanpa Gejala) Malah Tidak Bilang Jika Positif Corona
Sumber Gambar : https://www.merdeka.com/peristiwa/23-pasien-otg-positif-covid-19-di-tangerang-sembuh.html
Desember 2020 penyebaran virus corona belum berakhir. Hingga sampai akhir tahun 2020, kasus virus corona melonjak. Penanganan demi penanganan sudah dilakukan dari tim medis maupun pemerintah yang selalu menghibau masyarakatnya untuk tetap waspada. Karena penularan covid 19 atau virus corona ini disebabkan oleh antar manusia yaitu bila ada kontak dekat (biasanya sekitar 1 meter) antara orang yang sudah terinfeksi virus dengan orang sehat disekitarnya.
Di Kabupaten Wonogiri peningkatan kasus penularan virus corona sangat tinggi sejak Bapak Bupati Wonogiri Joko Sutopo memberikan ijin masyarakat melakukan hajatan/acara nikahan. Wonogiri menjadi zona merah kembali setelah sebelumnya sudah ditetapkan menjadi zona kuning. Ada banyak kasus dibeberapa kecamatan, salah satunya kasus yang saya soroti yaitu di Kecamatan Tirtomoyo, tepatnya di Desa Girirejo.
Kasus covid 19 ini melibatkan seluruh perangkat desa di Desa Girirejo. Mula berawal dari istri sekretaris desa bapak Sutarmo yang bernama ibu Sri Martini. Beliau menderita sakit sudah dua minggu dengan gejala panas, tidak bisa merasakan makan, tidak bisa mencium bebauan, dan badannya tidak semangat. Setelah itu bapak Sutarmo mencoba mengantar istrinya periksa ke puskemas untuk dicek kondisinya, kemudian dari pihak puskesmas sendiri melakukan tes tahap awal yaitu rapit tes. Hasil rapit tes dinyatakan reaktif maka pihak puskemas menfasilitasi untuk dilakukan pengecekan tes swab.
Menunggu hasil swab keluar, maka istri bapak Sutarmo pun diberi himbauan dari pihak puskemas untuk isolasi mandiri di rumah. Kemudian dari bapak Sutarmo itu sendiri tidak bilang kepada tim kesehatan desa apabila istrinya sakit dan kemungkinan bisa terinfeksi oleh virus corona, beliau pun masih melakukan aktifitas seperti biasa dikantor desa, bertemu dengan teman – teman perangkat desa lainnya. Setelah 3 hari hasil swab istri dari Bapak Sutarmo keluar dan benar dinyatakan positif virus corona. Maka dari pihak puskesmas pun juga melakukan tes rapit dan swab kepada Bapak Sutarmo. Hasil yang sama juga didapatkan yaitu positif virus corona akan tetapi belaui tidak mengalami gejala apapun itu. Beliau masih beraktifitas dikantor sesuai jam kerja juga dan tidak merasa sakit.
Setelah diketahui hasil tes dari suami istri tersebut, pihak kesehatan dari puskesmas pun mengkonfirmasi informasi tersebut dengan Kepala Desa Girirejo, dan ternyata dari pihak Kepala Desa Girirejo kaget mendengar informasi tersebut karena beliau baru mengetahuinya, dari pihak Bapak Sutarmo juga tidak memberitahukan jika istrinya sudah sakit selama dua minggu. Di konfirmasi puskesmas bahwa tanggal 10 Desember 2020, Bapak Sutarmo dan istrinya Ibu Sri Martini telah melakukan tes swab dan pada tanggal 13 Desember 2020 hasil keluar dinyakatan positif. Pihak desa pun tidak mengetahui hal tersebut karena pada hari senin 14 Desember 2020 bapak Sutarmo pun juga masih pergi ke kantor dan tidak mencurigai apapun karena kondisinya juga sehat. Setelah hasil keluar dinyatakan positif bapak Sutarmo dan Istrinya dihimbau tidak melakukan aktifitas diluar rumah karena ditakutkan dapat menularkan virus corona ke orang lain, namu karena merasa badannya sehat bapak Sutarmo pun tetap masih datang ke kantornya. Dan mulai tanggal 17 Desember 2020 kantor desa Girirejo pun ditutup oleh pihak puskesmas, seluruh anggota perangkat desa Girirejo termasuk Kepala Desa Girirejo pun diisolasi mandiri dirumah masing – masing selama 14 hari dan juga dilakukan tes swab secara bersama – sama di hari senin, 28 Desember 2020.
Dari kejadian ini seharusnya kita bisa mengerti, bahwa apabila memang dari kita atau keluarga atau kerabat yang memang ada gejala terinfeksi virus corona maka lebih baik terbuka dan konfirmasi, sehingga tidak membahayakan orang lain. Jangan berfikir nanti dikucilkan jika sudah menjadi pasien positif virus corona. Karena jika kita menyembunyikan penyakit itu malah dampaknya berbahaya untuk orang lain. Selagi kita mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pihak kesehatan maka akan aman dan tidak menularkan ke orang lain.
Penulis (Tedi Andrianto)

Komentar
Posting Komentar