UAS

Carut Marut Dunia Pendidikan Akibat Efek Pandemi Corona


WONOGIRI.com – Sebagai tindak pencegahan penyebaran Covid 19, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan SMK Muhammadyah 6 Tirtomoyo Wonogiri mengelurkan kebijakan mengubah kegiatan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran secara daring dari bulan Maret 2020 sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Dalam keadaan yang spontanitas, seluruh kampus dan sekolah di Indonesia diharuskan melaksanakan pembelajaran secara daring dari rumah. Banyak ketidaksiapan dan banyak kendala yang harus dihadapi dalam pembelajaran secara daring. 

Berdasarkan keterangan dari salah satu mahasiswa Universitas Muhammdiyah Surakarta bernama Risma Anggun Permana jurusan Pendidikan Bahasa Inggris pada Selasa(14/7/2020), dia menuturkan “Di Fakultas saya, FKIP menurut saya mata kuliah yang paling terkena dampaknya adalah mata kuliah microteaching, karena seharusnya mata kuliah tersebut dilaksanakan di lab microteaching kampus karena ada corona ini jadinya perkuliahan dilaksanakan secara daring” . 

Pendidikan secara daring ini dirasa masih belum maksimal dilakukan dapat dilihat dari banyaknya polomik yang muncul, menurut Risma “Pendidikan dimasa covid sangat buruk dan kurang efektif, karena mempengaruhi banyak hal seperti halnya belajar mengajar yang seharusnya tatap muka tetapi harus online class...dan dimana siswa siswi belum tentu mempunyai hp dan harus mempunyai hp sebagai alat penunjang pendidikan utama dimasa pandemi ini..”. diungkapnya pada Selasa (14/7/2020). 

Banyak sekali keluhan dari siswa kalangan sekolah maupun mahasiswa kalangan perguruan tinggi. Dari segi kalangan sekolah kebanyakan ada siswa yang belum memiliki hp ada yang daerahnya tertinggal dan belum mengenal teknologi sedangkan dari kalangan mahasiswa perguruan tinggi banyak mengeluhkan penggunaan kuota yang terlalu boros dan sinyal yang buruk untuk perkuliahan secara daring dengan vidcon (video conferen). 

Berdasarkan pendapat Risma salah satu mahasiswa perguruan tinggi, “ia merasakan ketika dilakukannya pembelajaran melalui daring atau online class kaget campur aduk pengen menangis karena kuota habis mulu”. Dia juga bilang bahwa dari pendidikan secara daring ini malah membuat ilmu yang terserap berkurang karena kurangnya penjelasan dari dosen atau guru dan adanya malah pemberian tugas sebaga pengganti kuliahnya. Dari sini seharusnya pemerintah memperhatikan segala aspek untuk menunjang pelaksanaan pendidikan secara daring agar dapat berjalan maksimal dan juga disisi lain dapat mencegah penyebaran covid 19. 

Dari salah satu siswa SMK Muhammadiyah 6 Tirtomoyo Wonogiri, Uzy mengungkapkan “saya merasakan otak ini semakin loss doll karena dari guru tidak ada yang memberikan tugas – tugas dan penjelasan materi, jadi selama pandemi covid 19 tidak ada kegiatan belajar dan tidak kemana-mana efek PSBB jadi hanya dirumah saja...tidak tahu nantinya jika sudah normal dan masuk sekolah kembali apakah masih ingat dengan pelajaran atau tidak” diungkapnya dari hasil wawancara pada Selasa(7/7/2020). 

Dari sini dapat dibilang PSBB (Pendidikan Sekolah Berskala Bubaran) yang dimaksudkan jika tidak ada tindakan lebih lanjut terkait pembelajaran secara online nantinya akan membuat siswa-siswi terlantarkan karena tidak mendapatkan penjelasan materi dari guru. 


Dampak Positif Pendidikan Daring dimasa Covid 19


Disisi lain banyak kekurangan yang harus diperbaiki oleh pemerintah, pelaksanaan pendidikan secara daring memiliki tujuan utama yang berdampak positif, yaitu dapat mencegah penyebaran covid 19, jika sekolah dan perguruan tinggi diliburkan maka dapat mengurangi kerumunan dilingkungan sekolah maupun kampus. 

Risma juga mengungkapkan tentang pandangannya dari sisi positif pendidikan secara daring bahwa “hal positifnya bisa mencegah covid agar tidak semakin meluas, tapi yang utama lebih bisa mengoprasikan laptop dengan baik dan menggunakan IT secara tidak langsung”. Secara tidak langsung dalam pembelajaran secara daring siswa maupun mahasiswa dituntut untuk bisa menggunakan teknologi IT, tidak heran juga karena kebanyakan anak jaman sekarang banyak yang sudah bisa mengoprasikan IT dari melaluin laptop maupun handphone. 

Tidak berbeda dengan Risma, Uzy mengatakan bila dampak positif dari pembelajaran daring ini dapat melindungi para pelajar dari virus corona dan lebih aman melakukan pembelajaran dari rumah daripada harus tetap ke sekolah dan berkerumunan dengan banyak orang. Seperti dengan rencana dari menteri pendidikan Nadiem Makarim yang berencana memperpanjang pendidikan dilakukan secara daring sampai akhir tahun 2020. Banyak pro dan kontra akan tetapi kebijakan tersebut sangat baik untuk mencegah penyebaran covid 19 dan menurunkan angka pertambahan pasien positif covid 19. Karena apabila pendidikan sudah dijalankan dengan New Normal masih sangat berbahaya, selagi virus covid 19 belum 100% dinyatakan bebas dari negara ini lebih baiknya pembelajaran dilakukan secara daring karena semua ini berhubungan dengan nyawa para peserta didik. (Tedi Andrianto)

Komentar